Halaman

Kamis, 07 November 2013

Legenda Jepang : Kuchisake-onna

Kali ini saya akan membahas tentang legenda horor , Selamat membaca !



Kuchisake-onna (口裂け女,wanita bermulut robek) adalah sejenis siluman dalam mitologi dan legenda urban Jepang. Ia berwujud seorang wanita yang bermulut robek.


Dalam legenda urban Jepang, ia menutupi mulutnya dengan masker operasi dan sering muncul di jalan-jalan yang sepi, Ia bertanya pada orang yang ditemui apakah dirinya cantik. Bila orang itu menjawab tidak atau ketakutan melihat wujud seramnya maka ia akan membunuh orang itu.


Bahkan pada akhir 1970-an, beberapa sekolah menyarankan agar murid-muridnya pulang secara berkelompok atau ditemani guru agar selamat.



Legenda kuno
Dalam legenda, Kuchisake-onna tadinya adalah seorang wanita muda yang hidup pada zaman Heian. Kemungkinan ia adalah seorang istri atau selir samurai. Ia dikaruniai wajah yang sangat cantik namun sombong, ia juga sering berselingkuh di belakang suaminya.


Suaminya merasa sangat cemburu dan dikhianati menyerangnya dan membelah mulutnya dari kuping ke kuping. “Sekarang siapa yang akan berkata kau cantik?” ejek suaminya.


Legenda urban
Dalam versi legenda urban, Kuchisake-onna
adalah seorang wanita korban operasi wajah
yang gagal. Konon dokter yang mengoperasi
wajahnya memakai pomade (jenis minyak rambut) dengan bau yang menusuk.


Ketika sedang dioperasi ia tidak bisa tenang karena bau itu sehingga si dokter secara tidak sengaja memotong mulutnya hingga robek, Wanita itu menjadi histeris dan marah lalu membunuh dokter itu. Belakangan ia dibunuh oleh para penduduk kota dan menjadi hantu penasaran.


Kuchisake-onna menutupi mulutnya yang robek dengan penutup mulut operasi dan sering bergentayangan di kota pada waktu malam, terutama ketika sedang berkabut. Bila bertemu seseorang (terutama anak-anak atau
mahasiswa) di jalan yang sepi, ia akan bertanya, "Apakah saya cantik?" (Watashi ki rei?).


Bila menjawab "ya", ia akan membuka maskernya dan bertanya lagi, "Bahkan bila seperti ini?" Pada saat itu, bila si korban menjawab tidak, maka ia akan dibunuh dengan gunting, golok, sabit, atau senjata tajam lainnya. Bila si korban tetap menjawab ya, Kuchisake-onna akan gembira dan membebaskannya, namun ada juga yang mengatakan bahwa walaupun korban melakukan itu, Kuchisake-onna akan
mengikuti korbannya sampai ke rumah dan
membunuh korbannya di depan pintu rumah si
korban.


Bila korbannya wanita, Kuchisake-onna
akan merobek mulut korbannya hingga serupa
dengannya. Bila korbannya anak-anak, ia akan memakannya.


Legenda urban yang populer pada tahun 1970-
an mengatakan bahwa korban akan selamat
bila ia menjawab "biasa saja". Sementara versi
tahun 2000-an mengatakan bahwa korban
akan selamat bila menjawab, "lumayan"
sehingga Kuchisake-onna bingung dan berpikir dulu apa yang akan ia lakukan, saat sedang
bingung itulah korban mempunyai kesempatan untuk kabur.


Versi lain manyatakan bahwa korban dapat balik bertanya kepada Kuchisake-onna 'apakah saya juga cantik' sehingga Kuchisake-onna akan bingung lalu pergi, Cara lain untuk lolos dari Kuchisake-onna adalah dengan menawarkannya permen keras berwarna kuning tua karena ia menyukainya namun tidak bisa menikmatinya sehingga
mengingatkannya lagi pada penderitaannya.


Selain itu bisa juga dengan mengucapkan
"pomade" sebanyak tiga kali, ada yang
menyebutkan enam kali. Ucapan itu akan
membuatnya takut dan kabur karena mengingatkannya kembali pada ahli bedah
yang merusak wajahnya. Korban juga bisa
memakai pomade untuk mencegahnya
mengikutinya.


Kononnya juga ketika di asrama perempuan
dan laki-laki, mereka tidak dibenarkan pergi ke toilet pada lewat malam. Kuchisake Onna
kabarnya sering menjebak pelajar di toilet untuk membalas dendam masa lalunya. Serupa dengan legenda Hanako-san, Kuchisake Onna juga keluar dengan seruan 10 kali di hadapan pintu toilet yang tertutup.


Kejadian-kejadian aneh yang terjadi di toilet asrama pada waktu malam menyebabkan pelajar disarankan untuk pergi ke toilet secara beriringan. Kuchisake-onna dikatakan akan membunuh pembuli. Penyebabnya dia pernah dibuli ketika masih muda sebelum meninggal dunia.


Dia akan mengiris leher si pembuli tanpa belas kasihan.

Sejarah Jepang : Karate


Karate (空 手 道) adalah seni bela diri yang berasal dari Jepang. Seni bela diri karate dibawa masuk ke Jepang lewat Okinawa. Seni bela diri ini pertama kali disebut "Tote” yang berarti seperti “Tangan China”. Waktu karate masuk ke Jepang, nasionalisme Jepang pada saat itu sedang tinggi-tingginya, sehingga Sensei Gichin Funakoshi mengubah kanji Okinawa (Tote: Tangan China) dalam kanji Jepang menjadi ‘karate’ (Tangan Kosong) agar lebih mudah diterima oleh masyarakat Jepang.


Karate terdiri dari atas dua kanji. Yang pertama adalah ‘Kara’ 空 dan berarti ‘kosong’. Dan yang kedua, ‘te’ 手, berarti ‘tangan'. Yang dua kanji bersama artinya “tangan kosong” 空手 (pinyin: kongshou).


Menurut Zen-Nippon Karatedo Renmei/Japan
Karatedo Federation (JKF) dan World Karatedo
Federation (WKF), yang dianggap sebagai gaya
karate yang utama yaitu :


1. Shotokan

2. Goju-Ryu

3. Shito-Ryu

4. Wado-Ryu

Keempat aliran tersebut diakui sebagai gaya
Karate yang utama karena turut serta dalam
pembentukan JKF dan WKF.


Namun gaya karate yang terkemuka di dunia
bukan hanya empat gaya di atas itu saja.
Beberapa aliran besar seperti Kyokushin, Shorin-ryu dan Uechi-ryu tersebar luas ke berbagai negara di dunia dan dikenal sebagai aliran Karate yang termasyhur, walaupun tidak termasuk dalam "4 besar WKF".


Di negara Jepang, organisasi yang mewadahi
olahraga Karate seluruh Jepang adalah JKF.
Adapun organisasi yang mewadahi Karate
seluruh dunia adalah WKF (dulu dikenal dengan nama WUKO - World Union of Karatedo Organizations). Ada pula ITKF (International Traditional Karate Federation) yang mewadahi karate tradisional. Adapun fungsi dari JKF dan
WKF adalah terutama untuk meneguhkan Karate yang bersifat "tanpa kontak langsung", berbeda dengan aliran Kyokushin atau Daidojuku yang "kontak langsung".

Sejarah Jepang : Katana

Katana (刀) adalah salah satu pedang Jepang tradisional dibuat (日本 刀 nihontō yang dikenakan oleh kelas samurai Jepang feodal, juga sering disebut sebagai "pedang samurai".

Versi modern dari katana terkadang dibuat dengan menggunakan bahan-bahan nontradisional dan metode Katana ini ditandai dengan penampilan yang khas : melengkung, ramping, pedang bermata tunggal dengan penjaga melingkar atau kuadrat dan pegangan panjang untuk mengakomodasi dua tangan. Ini secara historis terkait dengan samurai Jepang feodal, dan telah menjadi terkenal karena ketajaman dan kekuatannya.

Samurai adalah salah satu dari Kelas sejarah yang paling menarik dan menarik dan hari ini, iming- iming ini budaya yang menarik bertahan melalui banyaknya praktisi yang berdedikasi dalam Seni Bela Diri, bahkan melalui film berkaitan dengan samurai, dan melalui imajinasi tersebut maka terinspirasi untuk mengoleksi pedang yang mempunyai klas dan gengsi tersendiri, tak heran banyak orang diseluruh dunia tertarik untuk mengoleksi Pedang Samurai.

Samurai menggunakan beberapa senjata dan berbagai variasi sepanjang pemerintahan mereka, tetapi samapi hari ini, pedang Samurai umumnya dianggap sebagai Daito (pedang panjang atau pedang bermata dua) dan shoto (pedang pendek) bersama-sama membentuk daisho.

Salah satu pedang yang paling populer untuk dijual saat ini antara lain : Katana adalah versi dari pedang panjang yang dirancang untuk memotong/menebas dalam pertempuran terbuka.

Wakizashi dianggap sebagai pendamping katana di daisho, dan Tanto seperti halnya pisau pada umumnya untuk menyiasati musuh, meskipun banyak menganggapnya tanto sebagai "wakizashi pendek", berbeda dari kedua katana dan wakizashi seperti yang dirancang terutama untuk menyerang lawan.

Pemakaian pedang Katana dengan mendorong melalui sabuk , dengan ujung runcing menghadap ke atas. Idealnya, samurai bisa menghunus pedang dan menyerang musuh dalam satu gerakan.

Panjang bilah katana bervariasi selama sejarahnya, Pada akhir abad 15 dan awal 14, pisau katana cenderung antara 70 hingga 73 cm panjangnya. Selama awal abad 16, panjang rata-rata lebih dekat ke 60 cm. Pada akhir abad ke-16, panjang rata-rata kembali ke sekitar 73 cm.

Katana digunakan oleh samurai dalam berlatih seni bela diri dan beberapa seniman bela diri modern masih menggunakan berbagai katana. Seni bela diri di mana pelatihan dengan katana yang digunakan meliputi Iaijutsu, battōjutsu, Iaido, kenjutsu, Shinkendo, kendo, Aikido...

Sejarah Jepang : Seppuku / Harakiri

22983-620x-Seppuku.jpg

Seppuku (切腹) merupakan salah satu adat para samurai, terutama jenderal perang pada zaman bakufu yang merobek perut mereka dan mengeluarkan usus mereka agar dapat memulihkan nama mereka atas kegagalan saat melaksanakan tugas dan/atau kesalahan untuk kepentingan rakyat...

Seppuku lebih dikenal dengan istilah harakiri (腹切り,"merobek perut") yang juga ditulis dengan huruf kanji sebagaimana penulisan pada seppuku, tapi menggunakan urutan terbalik dengan okurigana.

Pada tradisi Jepang, istilah seppuku lebih formal. Menurut catatan, seppuku pertama kali dilakukan oleh Minamoto no Yorimasa pada saat Pertempuran Uji di tahun 1180.

Seppuku akhirnya menjadi bagian penting dari bushido, kode etik para prajurit samurai. Seppuku digunakan oleh prajurit untuk menghindari penyerahan diri ke tangan musuh, dan untuk menebus rasa malu serta menghindari kemungkinan dari siksaan musuh.
Pada era modern, seppuku sebagai hukuman sebenarnya telah resmi dihapuskan pada tahun 1873, segera setelah restorasi Meiji, tetapi seppuku secara sukarela belum sepeniuhnya mati.

Ratusan orang diketahui melakukan Seppuku setelah dihapuskannya. Termasuk beberapa orang anggota militer yang melakukan bunuh diri pada tahun 1895 sebagai protes menolak dikembalikannya wilayah China, setelah meninggalnya kaisar Meiji. Dan lebih banyak lagi tentara dan rakyat yang lebih memilih untuk mati daripada menyerah di akhir PD II.

sebagai dampak budaya, kata ’seppuku’ biasa digunakan sebagai metafora seseorang melakukan ”self punishment” sebagai tanggung jawab bila melakukan kesalahan. Ritual ini telah membudaya di Jepang, sehingga apabila seseorang melakukan kesalahan dan melakukan bunuh diri, maka hal itu sah-sah saja dan dianggap sabagai upaya menebus kesalahan..

Sejarah Jepang : Date Masamune

ada yang suka maen Basara? Ini dia salah satu tokoh Favorite ane

320px-Date_Masamune.JPG

Date Masamune (5 September 1567 – 27 Juni 1636) adalah seorang samurai dari periode Azuchi-Momoyama sampai awal periode Edo. Dia merupakan ahli waris dari Daimyo terkuat di daerah Tohoku, dia juga menjadikan kota Sendai sebagai kota yg moderen.

Seorang ahli taktik dan membuat gayanya sendiri dengan penutup matanya dan dipanggil dengan sebutan Dokuganryu, atau Naga bermata satu.
Masamune Date adalah anak tertua dari Terumune Date, lahir di Istana Yonezawa. Pada umur 14 di tahun 1581, Masamune memimpin pertempuran untuk pertama kali untuk menolong ayahnya melawan keluarga Soma.

Di tahun 1584 di umur 18 tahun Masamune Date menjadi pengganti ayahnya yg pensiun sebagai Daimyo. Keluarga Date pertama kali muncul saat awal periode Kamakura oleh Isa Tomomune, yang juga berasal dari distrik Isa di propinsi Hitachi.
Isa Tomomune mendapat daerah di sekitar distrik Date dihadiahkan oleh Minamoto no Yoritomo karena membantu dalam perang Minamoto – Taira dan juga saat Yoritomo berjuang dengan saudaranya Yoshitsune

Masamune lebih sering dikenal daripada Daimyo lainnya, hal ini karena dia memakai Helm perang dengan hiasan bulan sabit yang menandakan keganasan dan kekejamannya. semasa kecil dia kehilangan mata kanannya
Karena kehilangan mata kanan tersebut dia dianggap tidak pantas menjadi seorang daimyo oleh ibunya.

Klan Date telah membangun aliansi dengan klan tetangga dengan cara menikahkan keluarganya dengan keluarga lain.
Setelah Masamune diganti, salah satu pelayannya bernama Odachi Sadatsuna mengkhianati klan dan bergabung dengan klan Ashina di Aiz.
Masamune akhirnya mendeklarasikan perang terhadap Ashina, tetapi pasukannya berhasil dihentikan oleh jendral Ashina yg bernama Iwashiro Morikuni, yang menyebabkan pasukan Masamune mundur ke Istana Obama.
Dengan kebangkitan Masamune, beberapa klan aliansi yang dulu berhubungan baik, menjadi berbalik menyerang dan juga berusaha memperluas daerah kekuasaannya, bahkan sanak familinya di Mutsu propinsi Dewa.

Karena takut atas kelakuan beberapa klan tetangga yg semakin tidak bisa dikontrol, keluarga Hakeyama meminta Date Terumune untuk menghentikan anaknya.
Mereka mengajak Terumune untuk makan malam di kediaman mereka, setelah pembicaraan yg panjang akhirnya Terumune mengatakan dia tidak bisa menghentikan perilaku anaknya, yg menyebabkan keluarga Hatakeyama memilih menculik ayah Masamune.
Hal ini di dengar oleh Masamune dan mengejar keluarga Hatakeyama, setelah mendekati kediaman keluarga Hatakeyama Masamune mendengarkan teriakan ayahnya untuk menyerang keluarga Hatakeyama tanpa mempedulikan ayahnya, dalam penyerangan ini ayahnya Terumune juga ikut terbunuh.

Masamune mengejar dan membunuh semua keluarga Hatakeyama tanpa terkecuali. Setelah mengalahkan Ashina di tahun 1589, dia menjadikan Aizu sebagai markas utama dalam menjalankan operasinya.
Hubungan antara ibunya dengan dia semakin buruk. Ibunya ingin Masamune untuk segera diganti dengan anak keduanya bernama Kojiro. Suatu ketika saudaranya ini berusaha memberikan racun kepada Masamune, hal ini diketahui oleh Masamune dan segera membunuh saudaranya itu dan akhirnya Ibunya melarikan diri ke klan Mogami untuk berlindung.

Di tahun 1590, Toyotomi Hideyoshi menguasai Istana Odawara dan memaksa Daimyo Tohoku untuk ikut berperang, walaupun Masamune pada awalnya menolak ajakan Hideyoshi dia tidak bisa menolak bahwa Hideyoshi ditakdirkan untuk memimpin jepang.

Dia telat datang dalam pertemuan dan membuat Hideyoshi marah, tidak ingin dieksekusi dia datang dengan mengenakan pakaian terbaik dan menunjukkan rasa tidak kenal takut dihadapan Hideyoshi
Karena tidak ingin dapat masalah berkelanjutan kemudian Hideyoshi mengampuni Masamune. Setelah mengabdi beberapa waktu dengan Hideyoshi, dia mendapatkan Istana Iwatesawa yang merupakan hadiah dari Hideyoshi beserta tanah di sekitarnya.

Masamune pindah ke Istana itu pada tahun 1591 dan membangun kembali istana tersebut juga mengganti namanya menjadi Iwadeyama. Masamune tinggal di Iwadeyama selama 13 tahun dan menjadikan Iwadeyama menjadi pusat ekonomi dan politik. Setelah kematian Hideyoshi dia mengabdi kepada Tokugawa (saran oleh Katakura Kojuuruo). Tokugawa Ieyasu menghadiahkan Masamune daerah Sendai yang menjadikan Masamune Daimyo terkuat di jepang.

Tokugawa menjanjikan Masamune bisa mendapatkan satu juta koku, walaupun sudah melakukan perbaikan dan juga pemeliharaan hasil dari tanah hanya memproduksi 640.000 koku dan kebanyakan untuk dikirim ke kota Edo. Di tahun 1604 Masamune pindah ke Sendai dan meninggalkan anak ke empatnya yg bernama Date Muneyashu untuk memerintah Iwadeyama.

Masamune ingin menjadikan Sendai lebih makmur lagi dari sebelumnya. Walaupun Masamune menguasai seni berperang dan mempunyai hubungan baik dengan pihak asing, dia juga merupakan Daimyo yg ambisius dan agresif.
Pertama kali memerintah klan Date, dia sering mengalami kekalahan karena kelakuan dia sendiri. Menjadi kekuatan besar di daerah utara jepang membuat Masamune dicurigai sebagai rival yg potensial untuk melawan balik.
Pada saat Hideyoshi Toyotomi memerintah dia mengurangi daerah kekuasaan Masamune karena datang terlambat saat menjaga Istana Odawara melawan Hojo Ujimasa.
Kemudian saat Tokugawa Ieyashu berkuasa dia juga memberikan sedikit daerah untuk Masamune. Walaupun dicurigai baik oleh Tokugawa maupun Toyotomi, dia merupakan Daimyo paling setia terhadap tuannya.

Legenda Jepang : Tengu

Selamat membaca.





Tengu (天狗) adalah makhluk dalam legenda Jepang. Salah satu Kami penunggu gunung, atau yōkai yang erat hubungannya dengan burung elang atau gagak. Pakaiannya mirip dengan pakaian pendeta yamabushi yang menempa diri di hutan dan gunung.



Tengu memiliki hidung yang panjang, wajahnya merah, memiliki sepasang sayap, serta kuku kaki dan tangan yang sangat panjang, Tengu dapat terbang bebas di angkasa sambil membawa tongkat yang disebut kongōzue, pedang besar (tachi), dan kipas berbentuk daun (hauchiwa).



Pekerjaannya menghalangi orang yang ingin mendalami agama Buddha. Nama lainnya adalah Gehō-sama (外法様 tuan sihir?).

Dalam bahasa Jepang dikenal ungkapan Tengu ni naru yang berarti "sangat bangga dengan diri sendiri". Ungkapan ini kemungkinan berasal dari ungkapan "hana ga takai" (hidungnya tinggi).



ASAL USUL



Tengu berhidung panjang seperti dikenal orang zaman sekarang merupakan hasil

penggambaran orang pada abad pertengahan. Dalam cerita Konjaku Monogatari-shū, tengu digambarkan bisa berlari di udara, dan sebagai hantu berbentuk burung rajawali yang membuat orang kerasukan.



Penggambaran tersebut diperkirakan mengambil model dari hantu Temma dalam konsep agama Buddha yang digambarkan berbadan manusia dan memiliki sepasang sayap..



Model awal tengu kemungkinan berubah pada

paruh pertama zaman Muromachi, Dalam kumpulan cerita rakyat Otogizōshi terdapat cerita Tengu no Dairi (Istana Tengu) yang tokoh utamanya bernama Kurama Tengu.

Selain itu, Ushiwakamaru dikabarkan menerima pelajaran seni pedang dari Tengu di Kuil Kurama. Dalam Hikayat Heike, tengu digambarkan seperti "Manusia tapi tidak seperti manusia, burung tapi tidak seperti burung, anjing tapi tidak seperti anjing, tangan dan kakinya seperti tangan dan kaki manusia, wajahnya seperti anjing, memiliki sayap di kanan kiri, dan bisa terbang"